📍 Batubulan, Gianyar - Bali 🚨 IGD 24 Jam: (0361)8461955 💬 WhatsApp: 081933193213
Laporan Resmi Peningkatan Mutu & Keselamatan Pasien (PMKP)

Laporan Analisa Data Indikator Nasional Mutu (INM)

Publikasi Transparansi Capaian Mutu Pelayanan & Keselamatan Pasien Periode Triwulan II (April – Juni) Tahun 2026 RSU Premagana Bali sesuai Standar Kementerian Kesehatan RI.

📅
Periode Evaluasi Triwulan II 2026
🏥
Fasilitas Pelayanan RSU Premagana Bali
⭐
Status Akreditasi KARS Paripurna ⭐⭐⭐⭐⭐
🛡️
Verifikasi Data Tervalidasi Komite Mutu
Alat Penilaian Mutu & Kinerja Klinis

Dashboard Capaian Mutu Utama

🏆
92.3% Indikator Memenuhi Standar 12 dari 13 Indikator Sesuai Target Nasional Kemenkes
🎯
100%
Kepatuhan Penggunaan APD
Target 100% Tercapai Optimal

Kedisiplinan pemakaian APD di seluruh unit pelayanan stabil 100% sesuai indikasi medis.

⏱️
98.5%
Waktu Tunggu Rawat Jalan
Target: ≥ 80% (< 30 Menit)

Efisiensi sistem pelayanan rawat jalan konsisten melampaui standar mutu pelayanan.

👶
100%*
Waktu Tanggap SC Emergency
Target: ≥ 80% (Mei: N/A)

Respon tindakan seksio sesarea emergency kategori I terlaksana optimal sesuai SOP.

⚡
0.38%
Penundaan Operasi Elektif
Target: < 5% (Sangat Baik)

Jadwal bedah terencana berjalan sangat presisi dengan angka penundaan mendekati nol.

Daftar Lengkap 13 Indikator Nasional Mutu (INM)

Menampilkan 13 Indikator
a. INM-01 Pencegahan Infeksi (PPI)
Sesuai Target (100%)

a. Kepatuhan Penggunaan APD (Alat Pelindung Diri)

Target Standar 100%
Capaian Triwulan II 2026 100%
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 100%
Grafik 1. Kepatuhan Penggunaan APD
Dokumen Resmi Grafik 1. Kepatuhan Penggunaan APD

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data kepatuhan petugas yang patuh menggunakan APD sesuai indikasi.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan data diatas, terlihat pada TW II tahun 2026 capaian kepatuhan penggunaa APD sesuai target (tren capaian diatas rata-rata target nasional). Focus PDCA tidak dilaksanakan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Mempertahankan supervise terhadap penggunaan APD
  • ✓ Dokumentasikan keberhasilan sebagai best practice untuk dibagikn ke unit lain.
📌 Kesimpulan :

penggunaan APD menunjukkan tren kepatuhan yang positif dan mencerminkan keberhasilan intervensi mutu yang ditetapkan. Namun upaya peningkatan tetap harus dilakukan mencakup edukasi, pengawasan serta ketersediaan APD di rumah sakit.

b. INM-02 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
Evaluasi Bulan April (99.7%)

b. Kepatuhan Identifikasi Pasien

Target Standar 100%
Capaian Triwulan II 2026 99.9%
Status PDCA Dilaksanakan (Sosialisasi & Monitoring)
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 99.9%
Grafik 2. Kepatuhan Identifikasi Pasien
Dokumen Resmi Grafik 2. Kepatuhan Identifikasi Pasien

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data upaya rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien khususnya dalam prosedur identifikasi yang seragam di seluruh pelayanan rumah sakit.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan data diatas, terlihat pada TW II tahun 2026 pencapaian belum sesuai target di bulan April.

⚠️ Analisa Penyebab:

Tidak dilakukannya identifikasi pasien di ruang rawat inap saat melakukan tindakan berisiko bagi keselamatan pasien

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Sosialisasi kembali tentang kepatuhan identifikasi pasien
  • ✓ Menjaga konsistensi dan monitoring tiapbulannya.
  • ✓ Evaluasi berkala SPO di unit Risiko tinggi seperti UGD dan ruang operasi.
📌 Kesimpulan :

indicator kepatuhan identifikasi pasien selama triwula II 2026 menunjukkan hasil yang memerlukan pengawasan, edukasi dan inovasi yang bekelanjutan.

c. INM-03 Pencegahan Infeksi (PPI)
Sesuai Target (≥ 85%)

c. Kepatuhan Kebersihan Tangan

Target Standar ≥ 85%
Capaian Triwulan II 2026 87.60%
Status PDCA Tidak dilakukan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 87.60%
Grafik 3. Kepatuhan Kebersihan Tangan
Dokumen Resmi Grafik 3. Kepatuhan Kebersihan Tangan

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data upaya rumah sakit dalam menjaga keselamatan pasien khususnya dari infeksi nosocomial. Kepatuhan cuci tangan adalah kepatuhan dalam melakukan prosedur cuci tangan dengan metode 6 langkah dan five moment. Five moment yang dimaksud adalah sebelum kontak dengan pasien, sebelum tindakan asepsis, setelah kontak dengan pasien, setelah terkena cairan tubuh, setelah kontak dengan lingkungan pasien.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada tahun TW II tahun 2026 kepatuhan kebersihan tangan sesuai dengan target. Focus PDCA tidak dilakukan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Pertahankan kepatuhan melaksanakan kebersihan tangan
  • ✓ Supervise pengawasan saat dilakukanny audit cuci tangan oleh IPCN/IPCLN
  • ✓ Tetap dilakuka edukasi dan monitoring rutin kepada tenaga Kesehatan dalam melakukan kebersihan tangan
📌 Kesimpulan :

Budaya kebersihan tangan di lingkungan RSU Premagana Bali berjalan efektif menekan risiko infeksi silang dan mendukung keselamatan pasien secara menyeluruh.

d. INM-04 Pelayanan Rawat Jalan
Sangat Baik (98.47%)

d. Waktu Tunggu Rawat Jalan

Target Standar ≥ 80% (< 30 mnt)
Capaian Triwulan II 2026 98.47%
Status PDCA Tidak dilakukan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 98.47%
Grafik 4. Waktu Tunggu Rawat Jalan
Dokumen Resmi Grafik 4. Waktu Tunggu Rawat Jalan

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Waktu tunggu rawat jalan dihitung sejak pasien kontak dengan petugas pendaftaran atau saat pasien melakukan konfirmasi untuk pendaftaran online sampai mendapat pelayanan dokter/dokter spesialis.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa waktu tunggu rawat jalan TW II tahun 2026 sesuai dengan target (>80%) yaitu < 30 menit dan focus PDCA tidak dilakukan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Mempertahankan pelayanan dan system yag sudah berjalan dengan baik
  • ✓ Evaluasi secara rutin kendalayaitu volume pasien tinggi agartidak terjadi keterlambatan pelayanan
📌 Kesimpulan :

Indicator mutu waktu tunggu raat jalan menunjukkan capaian diatas rata-rata standar yaitu 90%. Dapat disimpulkan tidak ada temuan keterlambatan yang berarti sehingga tumpukan pengunjung / pasien dapat dicegah.

e. INM-05 Pelayanan Medis & Kebidanan
Sesuai Target (Mei: N/A)

e. Waktu Tanggap SC Emergency

Target Standar ≥ 80% (< 30 mnt)
Capaian Triwulan II 2026 100%*
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 100%*
Gambar 5. Waktu Tanggap SC Emergency
Dokumen Resmi Gambar 5. Waktu Tanggap SC Emergency

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk mengetahui jumlah pasien yang diputuskan tindakan seksio sesarea emergency kategori I yang mendapatkan tindakan seksio sesarea emergency < 30 menit.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pencapaian indikator waktu tanggap SC emergency pada TW II tahun 2026 sesuai dengan target (>80%), namun tidak bisa di evaluasi pada bulan Mei karena tidak ada kasus SC emergensi kategori I.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Mempertahankan pelayanan dan system yag sudah berjalan dengan baik
📌 Kesimpulan :

Indicator mutu waktu tanggap sc emergensi menunjukkan capai sesuai standar sehingga diperlukan koordinasi untuk memastikan semua kasus SC emergensi kategori I dapat ditangani sesuai standar keselamatan pasien.

f. INM-06 Pelayanan Bedah (IBS)
Sangat Baik (< 5%)

f. Penundaan Operasi Elektif

Target Standar < 5%
Capaian Triwulan II 2026 0.38%
Status PDCA Tidak dilakukan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 0.38%
Grafik 6. Penundaan Operasi Elektif
Dokumen Resmi Grafik 6. Penundaan Operasi Elektif

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk mengetahui jumlah tindakan operasi elektif yang ditunda oleh karena alasan yang bukan akibat perubahan status kesehatan pasien yang dibuktikan dengan hasil pemeriksaan fisik dan penunjang.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW II tahun 2026 sesuai dengan target (< 5%) dan focus PDCA tidak dilakukan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Tetap lakukan monitoring bulanan untuk mempertahankan tren positif
📌 Kesimpulan :

Penundaan operasi elektif dalam batas sesuai target sehingga diperlukan koordinasi dan evaluasi dalam memantau indicator tersebut.

g. INM-07 Pelayanan Medis Rawat Inap
Sesuai Target (> 80%)

g. Kepatuhan Waktu Visite Dokter

Target Standar ≥ 80% (< 14.00)
Capaian Triwulan II 2026 95.73%
Status PDCA Tidak dilaksanakan
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 95.73%
Grafik 7. Kepatuhan Visite Dokter
Dokumen Resmi Grafik 7. Kepatuhan Visite Dokter

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data jumlah jam visite dokter (dibawah jam 14.00) pada hari kerja. Kepatuhan visite dokter berpengaruh pada kelancaran pelayanan.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa kepatuhan visite dokter spesialis pada TW II tahun 2026 sesuai dengan target (>80%).

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Lakukan evaluasi periodic terhadap kepatuhan waktu visit dokter.
  • ✓ Pemberian feedback rutin kepada dokter dengan capaian tinggi dan rendah sebagai bentuk pengawasan dan apresiasi.
📌 Kesimpulan :

Terdapat tren penurunan ringan di bulan Februari namun masih diatas target. Dengan pemantauan dan intervensi indicator ini berpotensi tetap stabil.

h. INM-08 Pelayanan Laboratorium 24 Jam
Sesuai Target (100%)

h. Waktu Lapor Hasil Tes Kritis Laboratorium

Target Standar 100% (< 30 mnt)
Capaian Triwulan II 2026 100%
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 100%
Grafik 8. Waktu Lapor Hasil Kritis Laboratorium
Dokumen Resmi Grafik 8. Waktu Lapor Hasil Kritis Laboratorium

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini mengidentifikasi pelayanan laboratorium yang responsif dengan mengukur waktu lapor hasil kritis laboratorium yaitu kurang 30 menit. Hal tersebut berkaitan dengan kelancaran pelayanan pasien.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW II tahun 2026 waktu lapor hasil kritis laboratorium sesuai dengan target (100%) dan focus PDCA tidak dilaksanakan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Melakukan evaluasi berkala memasikan pelaporan hasil kritis lab tetap terjaga tanpa adanya kesalahan.
  • ✓ Lakukan audit internal secara berkala untuk memastikan pelaporan dilakukan tepat waktu dan terdokumentasi dengan baik.
📌 Kesimpulan :

Indicator waktu lapor hasilkritis lab telah mencapai target ini memerlukan supervise berkelanjutan sehingga capaian dapt dipertahankan.

i. INM-09 Pelayanan Farmasi & Obat
Sesuai Target (> 80%)

i. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

Target Standar ≥ 80%
Capaian Triwulan II 2026 97.25%
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 97.25%
Grafik 9. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional
Dokumen Resmi Grafik 9. Kepatuhan Penggunaan Formularium Nasional

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data efisiensi pelayanan obat kepada pasien BPJS. Formularium obat adalah daftar obat yang digunakan di rumah sakit dan merupakan kegiatan unit farmasi dalam memantau sejauh mana kepatuhan dokter menggunakan obat BPJS sesuai dengan formularium.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa kepatuhan penggunanaan obat sesuai formularium BPJS pada TW II tahun 2026 adalah sesuai target (>80%). Focus PDCA tidak dilaksanakan pada indikator ini.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Melakukan evaluasi rutin memastikan bahwa rumah sakit tetap menggunakan formularium nasional dalam semua prosedur medis
  • ✓ Terus memastikan proses pengadaan dan distribusi obat tetap mengikuti standar formularium nasional.
📌 Kesimpulan :

Indicator kepatuhan penggunaan formularium nasional telah mencapai targetdan membuktikan rumah sakit menggunakan obat yang rasional dan efisien.

j. INM-10 Sasaran Keselamatan Pasien (SKP)
Sesuai Target (100%)

j. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Pasien Jatuh

Target Standar 100%
Capaian Triwulan II 2026 100%
Status PDCA Berhasil (Evaluasi RME tuntas)
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 100%
Grafik 10. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh
Dokumen Resmi Grafik 10. Kepatuhan Upaya Pencegahan Risiko Jatuh

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk memperoleh data kepatuhan perawat dalam mencegah risiko jatuh pada pasien. Pasien dengan risiko jatuh harus dilakukan upaya pencegahan demi keselamatan pasien.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan data diatas terlihat bahwa pada TW II tahun 2026 capaian indicator sesuai dengan target.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Memberikan edukasi berkelanjutan bagi seluruh staf untuk memastikan staf memahami dalam mengidentifikasi dan mengelola pasien berisiko jatuh.
  • ✓ Meningkatkan pelaporan dan evaluasi jika terjadi kejadian pasien jatuh, meskipun tindakan pencegahan dilakukan untuk menilai efektivitas pencegahan.
  • ✓ Melakukan evaluasi rutin dalam pencegahan risiko jatuh
📌 Kesimpulan :

Capaian kepatuhan upaya pencegahan Risiko jatuh memerlukan pengawasan dan evaluasi lebih lanjut.Hal tersebut bertujuan menjaga keselamatanpasien demi pelayanan yang optimal.

k. INM-11 Pelayanan Klinis (Komite Medis)
Sesuai Target (> 80%)

k. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway (INM)

Target Standar ≥ 80%
Capaian Triwulan II 2026 93.77%
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 93.77%
Grafik 11. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway
Dokumen Resmi Grafik 11. Kepatuhan terhadap Clinical Pathway

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Kepatuhan terhadap clinical pathway menggambarkan terselenggaranya standarisasi proses asuhan klinis, mengurangi resiko proses asuhan klinis, mengurangi adanya variasi asuhan klinis dan memberikan asuhan klinis yang tepat waktu serta penggunaan sumber daya yang efisien dan konsisten sehingga menghasikan mutu pelayanan yang tinggi dengan menggunakan praktek klinik yang berbasis bukti. Adapun alur klinis yang dievaluasi adalah sesuai Indikator Nasional Mutu yaitu Hipertensi, Diabates Mellitus, TB, HIV dan Keganasan.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas menunjukkan kepatuhan terhadap clinical pathway pada TW II tahun 2026 sesuai target (>80%).

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Terus memelihara dan memperbaharui clinicalpathway sesuai dengan perkembangan medis terbaru.
📌 Kesimpulan :

Capaian indicator kepatuhan terhadap clinical pathway menunjukkan penerapan yang baik dan konsisten.

l. INM-12 Manajemen Mutu & Humas (PKRS)
Sesuai Target (100%)

l. Kecepatan Waktu Tanggap terhadap Komplain

Target Standar ≥ 80%
Capaian Triwulan II 2026 100%
Status PDCA Tidak dilaksanakan pada indikator ini
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 100%
Grafik 12. Kecepatan Waktu Tanggap terhadap Komplain
Dokumen Resmi Grafik 12. Kecepatan Waktu Tanggap terhadap Komplain

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator ini diukur untuk mengidentifikasi kecepatan respon rumah sakit terhadap komplain pasien. Respon terhadap komplain yaitu respon yang sudah ditanggapi dan ditindak lanjuti sehingga kepuasan pasien meningkat terhadap pelayanan. Indikator kecepatan respon terhadap komplain dianalisa setiap bulan.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Berdasarkan grafik diatas terlihat bahwa pada TW II tahun 2026 kecepatan waktu tanggap terhadap komplain sesuai dengan target (> 80%).

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Mempertahankan dan meningkatkan system pengaduan yang ada sehingga pasien dapat mengajukan complain dengan mudah dan cepat.
  • ✓ Melakukan evaluasi rutin terhadap prosedur penanganan complain dan komunikasi dalammenangani complain
📌 Kesimpulan :

Respon cepat terhadap komplain membuktikan komitmen rumah sakit dalam mendengarkan suara pasien dan terus bertransformasi memberikan pelayanan yang lebih empatik dan profesional.

m. INM-13 Kepuasan Pasien & Mutu Rumah Sakit
Evaluasi Semester I (76.61%)

m. Kepuasan Pasien dan Keluarga

Target Standar ≥ 80%
Capaian Triwulan II 2026 76.61%
Status PDCA Dilaksanakan (Peningkatan Fasilitas & Komunikasi)
Perbandingan Realisasi terhadap Target Standar 76.61%
Grafik 13. Kepuasan Pasien dan Keluarga
Dokumen Resmi Grafik 13. Kepuasan Pasien dan Keluarga

📖 Tujuan & Deskripsi Indikator

Indikator kepuasan pada pasien di evaluasi setiap 6 bulan sekali sebagai gambaran terhadap kualitas pelayanan rumah sakit.

📈 Analisa Capaian Triwulan II 2026

Adapun dari grafik diatas dapat dilihat bahwa kepuasan pasien dan keluarga mencapai target dengan nilai 76.61% pada evaluasi berkala Semester I Tahun 2026 dari target standar 80%.

📋 Rencana Tindak Lanjut :

  • ✓ Mempertahankan dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga dapat menjamin mutu dan keselamatan pasien.
  • ✓ Peningkatan kenyamanan fasilitas penunjang serta pelatihan komunikasi empati bagi seluruh petugas frontliner dan tenaga medis.
📌 Kesimpulan :

Evaluasi kepuasan pasien dan keluarga menjadi instrumen evaluasi berkala bagi manajemen rumah sakit untuk terus berinovasi dan meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan.

Lembar Pengesahan Laporan Indikator Mutu

RSU Premagana Bali — Gianyar, Bali | Periode Evaluasi Triwulan II 2026

Disusun & Dianalisa Oleh:
KOMITE MUTU & KESELAMATAN PASIEN
Sub-Komite Peningkatan Mutu (PMKP) RSU Premagana Bali
Disetujui & Divalidasi Oleh:
TERVALIDASI RESMI
Direktur RSU Premagana Bali Pimpinan Fasilitas Pelayanan Kesehatan
← Kembali ke Beranda
Memerlukan klarifikasi data mutu atau informasi layanan? 💬 Hubungi Humas & Mutu RS